← Kembali ke daftar tokoh

Parta

Arjuna, Janaka, Permadi, Dananjaya, Margana, Palguna, Indratanaya
Alus Amarta

Identitas & Silsilah Trahing Kusuma

Parta adalah tokoh wayang purwa, dikenal juga dengan nama Arjuna, Janaka, Permadi, Dananjaya, Margana, Palguna, Indratanaya, putra dari Prabu Pandudewanata dan Dewi Kunti.

Analisis Visual & Ikonografi Wanda

Wajah lencir (tirus halus), mata tholongan/mripat liyepan (sayu menunduk/tenang), hidung ngrungih (mancung tajam), mulut kulum (terkatup halus). Pandangan menunduk (tungkul) menandakan kerendahan hati dan ketenangan batin. Postur tubuh ramping, jenjang, anggun, dengan posisi berdiri lencir khas golongan *Bambangan* (kesatria muda/pangeran berparas halus). Gestur tubuh tenang, tegak namun luwes. Beberapa wanda terkenal antara lain Wanda Jimat, Kanyut, Kinanthi, Malangdewa, dan Yudasmara.

Senjata Gegaman

  • Panah PasopatiPanah pusaka utama Arjuna, didapat dari hasil bertapa di Gunung Indrakila. Salah satu senjata paling terkenal dalam pewayangan.
  • Keris PulanggeniPusaka warisan yang kemudian diberikan Arjuna kepada putranya, Abimanyu (lihat entri atribut Abimanyu, id 143), menjadi senjata andalan Abimanyu hingga akhir hayatnya.
  • Panah ArdhadedaliPanah pusaka Arjuna yang kemudian diberikan kepada istrinya, Dewi Srikandi.

Ilmu & Aji Kesaktian

  • Aji Sepi AnginAjian pemberian Patih Gandamana, berkhasiat membuat pemiliknya tidak terlihat/kasat mata.
  • Aji PanglimunanAjian kasat mata milik Arjuna. Catatan: sumber yang ditemukan hanya mencatat nama dan fungsi umumnya (menghilang dari pandangan), belum ada detail penggunaan dalam lakon spesifik.

Karakteristik & Watak Sifat

Tenang, teduh, berwibawa, penuh konsentrasi batin, serta memancarkan kebijaksanaan dan kedamaian yang dalam.

Esensi Filosofis Piwulang

Tokoh ini mengajarkan pentingnya pengendalian diri dan fokus dalam mengejar ilmu serta kebenaran. Melalui perjalanan hidupnya, ia menunjukkan bahwa kekuatan sejati tidak hanya terletak pada kecakapan fisik, melainkan pada kejernihan pikiran dan kesetiaan terhadap tugas. Parta menjadi simbol ideal bagi seorang ksatria yang mampu menyeimbangkan antara kekuatan senjata dan kelembutan budi pekerti.

Quotes & Ungkapan Filosofis Pitutur

“Asep angen-angen, gumulung ing sajroning ati, tan kendhat aminta sih siyang ratri.”

Menyaring dan mengendalikan pikiran serta kehendak agar menyatu di dalam hati, tanpa henti memohon welas asih dan petunjuk Sang Pencipta siang dan malam.

Kedalaman watak Arjuna yang mengedepankan olah batin (tapa brata) dan heningnya niat. Kekuatan sejati seorang satria tidak hanya terletak pada olah kanuragan atau senjata sakti, melainkan pada ketenangan jiwa dan keteguhan batin yang senantiasa terhubung dengan Tuhan.

Sumber: Blog Pedalangan / Yayasan Ki Nartosabdo (kinartosabdo.com) & Ki Seno Nugroho (wayangkulit.org)

“Janaka iku wong kang tansah ngelmu iku kelakone kanthi laku, ora mung ucapan ing lathi.”

Janaka (Arjuna) adalah sosok yang memahami bahwa ilmu sejati hanya dapat terwujud melalui tindakan nyata dan olah prihatin, bukan sekadar ucapan di bibir.

Keterikatan Arjuna dengan ajaran kesatriaan Jawa bahwa pengetahuan moral dan kerohanian (ngelmu) bersifat hampa jika tidak diimbangi dengan perilaku (laku), kerendahan hati, serta pengorbanan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Sumber: Museum Wayang Indonesia / Majalah Djaka Lodang (djakalodang.co.id)